Pelajari dua pilar utama keamanan Bitcoin: Fungsi Hash (SHA-256) untuk integritas data dan pembentukan blok, serta Kriptografi Kunci Asimetris (ECDSA secp256k1) untuk pembuktian kepemilikan dan tanda tangan digital.
Light
Modul 01 / Integritas Data
Eksplorasi Fungsi Hash SHA-256
Ketik teks sembarang dan amati sifat deterministik, satu arah, serta panjang keluaran yang tetap (256-bit / 64 karakter hex).
Standar Bitcoin HASH256
Menghitung...
Menghitung...
💡 Fakta Penting untuk Mahasiswa: Fungsi hash bersifat deterministik (input yang sama selalu menghasilkan hash yang persis sama) dan satu arah (secara komputasi mustahil merekonstruksi teks asli dari output hash tanpa tebakan brute-force).
Eksperimen / Avalanche Effect (Efek Longsoran)
Uji Efek Longsoran (Strict Avalanche Criterion)
Ubah 1 huruf saja, dan amati bagaimana sekitar 50% bit output berubah secara dramatis dan acak.
Menghitung perubahan...
Karakter berlatar merah menandakan nibble/karakter hex pada Hash B yang berbeda dari Hash A. Sifat inilah yang mencegah peretas menebak input secara bertahap!
Tantangan Interaktif / Pre-Image Resistance
Buktikan Bahwa Hash Tidak Bisa "Didekripsi"!
Diberikan hash target dari sebuah angka rahasia antara 1 s/d 500. Coba tebak atau biarkan komputer melakukan brute force.
Brute Force Simulator
Lihat bagaimana komputer harus mencoba angka satu per satu dari 1 karena tidak ada rumus matematika terbalik.
Analog: Anak Kunci Brankas. Hanya Anda yang boleh tahu. Dipakai untuk menandatangani transfer koin.
2. Public Key (Publik)
Analog: Gembok Terbuka. Diturunkan via kurva eliptik secp256k1. Siapapun boleh melihatnya.
3. Bitcoin Address
Analog: Nomor Rekening / Kotak Pos. Hasil hash dari Public Key dalam format Base58Check.
1
Private Key (256-bit Hex)
Rahasia Mutlak
Generating...
Bilangan bulat acak 256-bit antara 1 sampai $n-1$ pada kurva secp256k1. Siapa yang memiliki kunci ini, menguasai seluruh saldo koin!
2
Public Key (Kurva Eliptik secp256k1: $P = k \cdot G$)
One-Way Curve Multiplication
Generating...
Generating...
Dihitung melalui perkalian titik pada kurva $y^2 = x^3 + 7 \pmod p$. Menghitung $P$ dari $k$ sangat cepat, namun mencari $k$ dari $P$ mustahil secara komputasi (ECDLP).
3
Derivasi Alamat Bitcoin (P2PKH Base58Check)
Standard Satoshi Address
Generating...
Generating...
Generating...
Alamat Bitcoin selalu diawali angka 1 untuk tipe P2PKH (Pay-to-Public-Key-Hash) dan dilengkapi checksum anti-salah-ketik.
Modul 03 / Otentikasi & Non-Repudiasi
Tanda Tangan Digital & Uji Coba Manipulasi Data
Buktikan mengapa tanda tangan digital menjamin bahwa data transaksi tidak bisa diubah di tengah jalan oleh peretas!
ECDSA Digital Signature
Langkah 1: Pembuatan Data Transaksi
Langkah 2: Tanda Tangan Digital (Signature)
Belum ditandatangani
Belum ditandatangani
Langkah 3: Status Verifikasi oleh Jaringan Node
TRANSAKSI SAH & TERVERIFIKASI
Tanda tangan cocok secara matematis dengan Public Key Alice dan data transaksi.
Simulasi Serangan / Man-in-the-Middle Attack
Ruang Uji Hacker: Coba Manipulasi Transaksi!
Bayangkan seorang peretas menyadap transaksi saat transit di jaringan internet dan mencoba mengubah datanya tanpa mengetahui Private Key Alice:
🛡️ Mengapa Serangan Ini Pasti Gagal di Blockchain? Ketika data transaksi diubah 1 karakter saja, hash transaksi otomatis berubah drastis (karena Avalanche Effect). Karena peretas tidak memiliki Private Key Alice, ia tidak bisa membuat tanda tangan digital baru. Node validator di seluruh dunia akan langsung menolak transaksi palsu ini!
Modul 04 / The Big Picture
Peran Hash & Asymmetric Crypto dalam Siklus Transaksi
Pahami di mana letak Kunci Asimetris bekerja dan di mana letak Fungsi Hash bekerja dari pembuatan dompet hingga pencatatan di buku besar blockchain.
Siklus Hidup Transaksi
1. Pembuatan di Wallet
Peran: Asymmetric Crypto Pengguna menyusun transaksi dan menandatanganinya menggunakan Private Key.
2. Verifikasi di Jaringan P2P
Peran: Asymmetric Crypto Semua node memeriksa signature menggunakan Public Key pengirim. Jika valid, masuk ke Mempool.
3. Merkle Tree
Peran: Hash SHA-256 Ribuan transaksi dirangkum secara berpasangan dengan fungsi hash hingga menghasilkan 1 Merkle Root.
4. Block Header & PoW
Peran: Double SHA-256 Merkle Root + Prev Block Hash + Nonce di-hash berulang-ulang untuk mencari Proof-of-Work yang valid.
5. Perantaian Blok (Chaining)
Peran: Hash SHA-256 Setiap blok memuat hash blok sebelumnya, menciptakan rantai yang mustahil diubah (*tamper-evident*).
6. Buku Besar Terdistribusi
Hasil Akhir: Konsensus Transaksi menjadi abadi (*immutable*), transparan, dan dapat diverifikasi oleh siapapun secara independen.
Kesimpulan Intisari:Asymmetric Cryptography menjamin Otentikasi & Otorisasi (siapa yang berhak membelanjakan koin), sedangkan Cryptographic Hash Function menjamin Integritas & Immutability (data tidak bisa dipalsukan dan rantai blok tidak bisa diputus).
Modul 05 / Evaluasi Pembelajaran
Kuis Cek Pemahaman & Pembasmi Miskonsepsi
Uji pemahaman Anda terhadap 5 pertanyaan yang paling sering membingungkan mahasiswa baru:
Skor: 0 / 5 Terjawab
1. Apakah transaksi di blockchain Bitcoin dienkripsi agar tidak bisa dibaca oleh publik?
A. Ya, semua data transaksi dienkripsi dengan enkripsi AES rahasia.
B. Tidak, data transaksi bersifat publik dan transparan. Kriptografi digunakan untuk tanda tangan digital dan hash integritas, bukan enkripsi kerahasiaan.
C. Hanya nominal Bitcoin yang dienkripsi, alamat pengirim tetap terbuka.
2. Apa fungsi utama Public Key (Kunci Publik) dalam transaksi Bitcoin?
A. Untuk menandatangani transaksi agar sah.
B. Untuk memverifikasi keabsahan tanda tangan digital yang dibuat oleh pemilik Private Key.
C. Untuk membuka kunci saldo wallet di bursa kripto.
3. Mengapa perubahan satu huruf pada input fungsi hash menghasilkan output yang berubah drastis?
A. Karena properti Avalanche Effect (efek longsoran) yang dirancang untuk mencegah tebakan bertahap.
B. Karena fungsi hash mengalami tabrakan (hash collision).
C. Karena kunci enkripsi otomatis berganti setiap detik.
4. Jika peretas menyadap transaksi saat dikirim dan mengganti alamat tujuan menjadi alamat miliknya, apa yang terjadi?
A. Peretas berhasil mencuri Bitcoin karena transaksi belum masuk blok.
B. Transaksi langsung ditolak oleh semua node validator karena tanda tangan digital menjadi tidak valid.
C. Node akan meminta peretas memasukkan kata sandi Alice.
5. Bisakah seseorang mencari Private Key orang lain jika mereka mengetahui Public Key-nya?
A. Bisa, dengan membalik operasi pembagian kurva eliptik biasa.
B. Secara komputasi mustahil, karena masalah logaritma diskrit pada kurva eliptik (ECDLP) membutuhkan miliaran tahun untuk dipecahkan.
C. Bisa, jika mereka menggunakan komputer kuantum rumahan saat ini.